Dhyastuti, Martina (2026) DAMPAK KONSELING INDIVIDU TEKNIK ASSERTIVE TRAINING TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI KORBAN BULLYING PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 4 MADIUN. S2 thesis, UNIVERSITAS PGRI MADIUN.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (403kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (680kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (37kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (217kB) |
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk Menggambarkan secara rinci proses hubungan konselor–konseli dalam sesi konseling individu dengan teknik assertive training, meliputi tahapan, teknik yang digunakan, dan dinamika interaksi dalam konteks kasus siswa korban bullying, 2) Untuk mengungkap pengalaman subjektif siswa korban bullying dalam memaknai konseling individu teknik assertive training, khususnya terkait perasaan, pemahaman diri, keberanian menyatakan pendapat, dan keberanian menolak perlakuan tidak menyenangkan dalam kasus yang diteliti, 3) Untuk Mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan konseling individu teknik assertive training. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data pada penelitian ini meliputi sumber data primer yaitu AG sebagai korbamn bullying (konseli), konselor dan wali kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan dan analisis data menunjukkan 1) Proses hubungan konselor dan konseli dalam sesi konseling individu siswa korban bullying dalam hal ini AG pada awal memang terlihat gugup dan cemas, agak takut dalam menyampaikan atau bercerita tentang masalahnya. Namun lama kelamaan AG sudah mampu mulai mengikuti proses konseling dengan menggunakan teknik asertive training. 2) Pengalaman subjektif AG sebagai korban bullying dalam memaknai konseling individu teknik assertive training dirasa sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahannya. Selain itu perubahan perilaku juga terlihat dan ditunjukkan oleh AG sehingga mulai mampu lebih berani, tidak hanya diam, dan mampu kembali sedikit demi sedikit mulai memperbaiki hubungan sosialnya dengan temannya. Selain itu yang terlihat AG sudah bisa mulai tegas menolak dan berkata tidak ketika memang tidak nyaman untuk untuk dirinya. 3) Hambatan utama yang dirasakan adalah faktor internal subjek berupa rasa takut dan keraguan akibat trauma karena permasalahan bullying yang dialami AG. Hal tersebut membuat kesulitan konseli dalam mengungkapkan atau menceritakan permasalahannya dan konselor juga kesulitan dalam menggali informasi dari konseli
| Item Type: | Thesis/Skripsi/Tugas Akhir (S2) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Konseling Individu; Teknik Asertive Training; Kepercayaan Diri |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Pascasarjana Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | MARTINA DHYASTUTI MARTINA |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 04:57 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 04:57 |
| URI: | http://eprint.unipma.ac.id/id/eprint/10416 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
