FLEXING SEBAGAI REPRESENTASI STATUS SOSIAL DI ERA DIGITAL: STUDI KUALITATIF PADA MASYARAKAT URBAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI DUSUN PETUNG, KECAMATAN SARADAN

PRAYOGA, ADINATA RAMADHAN SAPARIANTO (2026) FLEXING SEBAGAI REPRESENTASI STATUS SOSIAL DI ERA DIGITAL: STUDI KUALITATIF PADA MASYARAKAT URBAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI DUSUN PETUNG, KECAMATAN SARADAN. S1 thesis, Universitas PGRI Madiun.

[img] Text
Halaman Depan (6).pdf

Download (723kB)
[img] Text
ABSTRAK (5).pdf

Download (109kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (38kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (214kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (116kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (323kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (100kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (21kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (77kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (285kB)

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun identitas dan merepresentasikan status sosial melalui berbagai simbol digital. Salah satu fenomena yang berkembang adalah flexing, yaitu aktivitas menampilkan prestasi, kepemilikan materi, gaya hidup, maupun aktivitas ekonomi di media sosial sebagai bentuk representasi status sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentukbentuk flexing, menganalisis makna flexing sebagai representasi status sosial berdasarkan perspektif fenomenologi, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi praktik flexing, serta menganalisis representasi status sosial yang dibangun melalui simbol-simbol digital pada masyarakat urban pengguna media sosial di Dusun Petung Kecamatan Saradan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi non-partisipatif dan dokumentasi digital terhadap konten media sosial yang mengandung unsur flexing. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik flexing direpresentasikan melalui unggahan mengenai prestasi, kepemilikan barang, kepemilikan materi, gaya hidup, dan aktivitas usaha. Flexing dimaknai sebagai bentuk komunikasi simbolik untuk membangun identitas, memperoleh pengakuan sosial, dan merepresentasikan status sosial di media digital. Praktik tersebut dipengaruhi oleh pengalaman subjektif, karakteristik media sosial, budaya digital, serta kebutuhan memperoleh validasi sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang representasi sosial yang memungkinkan individu mengonstruksi identitas dan status sosial melalui simbol-simbol digital.

Item Type: Thesis/Skripsi/Tugas Akhir (S1)
Kata Kunci: flexing, representasi status sosial, media sosial, fenomenologi, masyarakat urban
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Bimbingan Konseling
Depositing User: SAPARIANTO RAMADHAN ADINATA
Date Deposited: 14 Sep 2026 05:27
Last Modified: 14 Sep 2026 05:27
URI: http://eprint.unipma.ac.id/id/eprint/9713

Actions (login required)

View Item View Item